Metode pembelajaran Think-Pair-Share

Metode Pembelajaran Think-Pair-Share

Metode pembelajaran Think-Pair-Share adalah tatacara melakukan serangkaian proses pembelajaran dengan tiga langkah : berfikir (think), berpasangan (pair), dan berbagi (share).

Metode pembelajaran Think-Pair-Share

Model atau metode pembelajaran menjadi sebuah alat bagi guru untuk melakukan serangkaian proses pembelajaran dengan baik.

Terdapat banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, tergantung dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik menjadi komponen dan pihak paling penting dalam keberhasilan suatu pembelajaran.

Peserta didik tidak hanya menjadi objek atau sasaran tetapi dapat menjadi subjek atau pihak yang dapat turut serta berperan aktif dalam pembelajaran.

Akan tetapi, kemampuan peserta tentunya berbeda-beda.

Begitupula dengan keaktifan di dalam proses pembelajaran.

Rasa malu atau tidak percaya diri juga menjadi salah satu penyebab dari kurangnya partisipasi pada peserta didik.

Hal ini akan menyulitkan guru, karena guru menjadi tidak mengetahui peserta didik mana yang membutuhkan pendampingan lebih.

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam suatu proses pembelajaran agar peserta didik dapat berperan aktif adalah model pembelajaran Think-Pair-Share.

Pengertian Metode Think-Pair-Share

Menurut Trianto (2010) model pembelajaran Think-Pair-Share atau berfikir berpasangan adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.

Arends (1997) juga menyatakan bahwa Think-Pair-Share (TPS) adalah suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasa pola diskusi kelas.

Model pembelajaran ini pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland.

Dalam kajiannya, Indien (2012) juga menyampaikan bahwa, model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS), merupakan suatu pembelajaran kooperatif yang memberikan kepada siswa waktu untuk berfikir dan merespon.

Hal ini menjadi faktor kuat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam merespon pertanyaan serta menumbuhkan sikap saling membantu satu sama lain.

Ada tiga langkah dalam model ini, yaitu :

  • berfikir (think),
  • berpasangan (pair), dan
  • berbagi (share).

Tahapan Pelaksanaan Think-Pair-Share

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ini dalam pelaksanaan model pembelajaran ini adalah berfikir, berpasangan, dan berbagi.

Berikut akan dijelaskan mengenai masing-masing tahapan dalam penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share.

Tahap Pendahuluan

Pada tahap ini, guru melakukan persiapan dan perencanaan terhadap model pembelajaran yang akan dilakukan. Kemudian guru menyampaiakan berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta topik inti materi kepada peserta didik.

Tahap Berfikir (Thinking)

Setelah menyampaiakan inti materi kepada peserta didik, guru dapat memulai tahap thinking. Guru dapat memberikan pertanyaan terbuka kepada peserta didik dan memberikan mereka waktu untuk berfikir. Guru juga dapat mengarahkan peserta didikan untuk mencari tahu jawaban melalui buku yang dijaikan pedoman pembelajaran

Tahap Berpasangan (Pairing)

Setelah murid menyelasaikan proses pencarian jawaban, guru dapat mengarahkan peserta didiknya untuk berpasangan. Peserta didik diminta untuk mendiskusikan hasil yang mereka peroleh dari proses thinking. Masing-masing dari peserta didik menyampaiakan jawabannya dan saling menanggapi satu sama lain.

Interaksi yang dilakukan oleh peserta didik selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang didentifikasi.

Tahap Berbagi (Sharing)

Setelah peserta didik menyelesaikan diskusi di kelompok kecil atau pasangan yang terbentuk. Peserta didik diminta untuk membagikan kesimpulan yang didapatkan ke dalam kelompok besar secara bergantian.

Guru dapat menunjuk pasangan secara acak dan bergantian. Sembari mendengarakan penyampaian dari peserta didik, guru dapat mendorong peserta didik untuk menghasilkan kesimpulan atau gagasan baru secara bersama-sama. Setelah itu, guru dapat menilai dan memberikan umpan balik atas hasil diskusi yang telah berjalan.

Tahap penghargaan

Pada proses akhri pembelajaran, guru dapat memberikan penghargaan secara individu ataupun kelompok yang berhasil menjawab tugas dengan baik. Pemberian penghargaan ini juga harapannya dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di pembelajaran berikutnya.

Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Metode pembelajaran Think-Pair-Share"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel